TEORI DAN KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
1.
Teori
Perdagangan Internasional
Perdagangan
internasional lebih rumit dan
kompleks bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri. Kerumitan tersebut
antara lain disebabkan oleh adanya perbedaan budaya, bahasa, mata uang,
taksiran dan timbangan serta hukum perdagangan. Di samping juga masalah politik
dan kebijakan pemerintah yang berbentuk bea tarif dan quota barang impor.
Ada
beberapa teori dalam perdagangan internasional untuk menjawab kerumitan
tersebut antara lain: model Adam Smith, Ricardian, Heckscher-Ohlin, Gravitasi
dan Faktor Spesifik. Hal tersebut dijelaskan lebih lanjut
sebagai berikut.
a. Model Adam Smith
Model
Adam Smith berorientasi kepada keuntungan
mutlak. Teorinya menyatakan bahwa suatu negara akan memperoleh
keuntungan mutlak jika negara tersebut mampu memproduksi barang dengan biaya
yang lebih rendah dibandingkan negara lain.
Adam Smith mengemukakan
idenya tentang pembagian kerja internasional yang membawa pengaruh besar bagi
perluasan pasar barang-barang negara tersebut serta akibatnya berupa
spesialisasi internasional.
Menurut Adam Smith bahwa
dengan melakukan spesialisasi internasional, maka masing-masing negara akan
berusaha untuk menekan produksinya pada barang-barang tertentu yang sesuai
dengan keuntungan yang dimiliki baik keuntungan alamiah maupun keuntungan yang
diperkembangkan.
Yang dimaksud dengan
keuntungan alamiah adalah: Keuntungan yang diperoleh karena suatu negara
memiliki sumberdaya alam yang tidak dimiliki oleh negara lain baik kualitas
maupun kuantitas.
Sedangkan yang dimaksud dengan keuntungan yang di perkembangkan adalah: Keuntungan yang diperoleh karena suatu negara telah mampu mengembangkan kemampuan dan ketrampilan dalam menghasilkan produk-produk yang diperdagangkan yang belum dimiliki oleh negara lain.
Sedangkan yang dimaksud dengan keuntungan yang di perkembangkan adalah: Keuntungan yang diperoleh karena suatu negara telah mampu mengembangkan kemampuan dan ketrampilan dalam menghasilkan produk-produk yang diperdagangkan yang belum dimiliki oleh negara lain.
Menurut teori ini
jika harga barang dengan jenis sama tidak memiliki perbedaan di berbagai negara
maka tidak ada alasan untuk terjadinya perdagangan internasional.
b.
Model Ricardian
Model
Ricardian berorientasi kepada kelebihan/keunggulan
komparatif dan menjadi konsep paling penting dalam teori pedagangan
internasional. Negara
hanya akan melakukan produksi barang yang dianggap baik dan menguntungkan bagi
mereka. Sehingga suatu negara akan melakukan spesialisasi secara penuh dari
barang yang diproduksi daripada memproduksi bermacam barang komoditas. Dalam
teori ini faktor-faktor pendukung produksi seperti jumlah buruh, serta modal
yang dimiliki tak dicantumkan secara langsung.
c.
Model Heckscher-Ohlin
Model
Heckscgher-Ohlin dibuat sebagai alternatif dari model Ricardian dan
kelebihan/keunggulan komparatif. Teori ini berpendapat bahwa pola dari perdagangan
internasional dapat ditentukan karena adanya berbagai macam faktor pendukung. Negara-negara
akan melakukan ekspor barang yang akan membuat penggunaan intensif dari faktor
pemenuh kebutuhan dan mereka akan melakukan impor barang yang akan menggunakan
faktor lokal yang langka secara intensif.
d.
Model Gravitasi
Model gravitasi perdagangan menyajikan
sebuah analisis yang lebih empiris dari pola perdagangan dibanding model yang
lebih teoritis di atas. Model gravitasi memperkirakan perdagangan berdasarkan
jarak antar negara dan interaksi antar negara dalam ukuran ekonominya. Model
ini meniru hukum gravitasi Newton yang
juga memperhitungkan jarak dan ukuran fisik di antara dua benda. Model ini
telah terbukti menjadi kuat secara empiris oleh analisis ekonometri. Faktor lain seperti tingkat pendapatan,
hubungan diplomatik, dan kebijakan perdagangan juga dimasukkan dalam versi
lebih besar dari model ini.
e.
Faktor Spesifik
Dalam model ini,
mobilitas buruh antara industri satu dan yang lain sangatlah mungkin ketika
modal tidak bergerak antar industri pada satu masa pendek. Faktor spesifik
berorientasi kepada faktor spesifik jangka pendek dari produksi, seperti modal
fisik, tidak secara mudah dipindahkan antar industri. Teori spesifik
menyarankan jika ada peningkatan dalam harga sebuah barang, pemilik dari faktor
produksi spesifik ke barang tersebut akan jatuh pada term sebenarnya.
Sebagai tambahan, pemilik dari faktor produksi spesifik berlawanan (seperti
buruh dan modal) cenderung memiliki agenda bertolak belakang ketika berunding
untuk pengendalian imigrasi buruh. Hubungan sebaliknya dari kedua pemilik
keuntungan (pemodal dan buruh) dalam kenyataannya membentuk sebuah peningkatan
dalam pemenuhan modal. Model ini ideal untuk industri tertentu. Model ini cocok
untuk memahami distribusi pendapatan tetapi tidak untuk menentukan pola
perdagangan.
2.
Kebijakan
pemerintah dan dampaknya dalam Perdagangan Internasional
Kebijakan
perdagangan internasional adalah rangkaian tindakan yang akan diambil untuk
mengatasi kesulitan atau masalah hubungan perdagangan internasional guna
melindungi kepentingan nasional. Tujuan kebijakan perdagangan internasional bagi
suatu negara adalah :
a.
Melindungi kepentingan ekonomi nasional dari pengaruh buruk
atau negative dari perdagangan internasional.
b.
Melindungi kepentingan industri di dalam negeri.
c.
Melindungi lapangan kerja.
d.
Menjaga keseimbangan Neraca Pembayaran
e.
Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
f. Menjaga stabilitas nilai
tukar
Macam-macam
kebijakan perdagangan internasional yang umum diberlakukan pemerintah di setiap
negara antara lain:
a.
Tarif atau bea masuk
Yaitu pemberlakuan pajak
pada setiap barang impor/ masuk. Tarif dapat
digolongkan menjadi beberapa bagian, yakni:
1)
Bea ekspor, adalah pajak atau bea yang dikenakan terhadap produk yang
diangkut menuju negara lain.
2)
Bea transit, ialah pajak yang dikenakan terhadap produk yang melalui
wilayah negara lain dengan ketentuan bahwa negara tersebut bukan merupakan
tujuan akhir dari pengiriman.
3)
Bea impor, yaitu pajak yang dikenakan terhadap produk yang masuk
dalam suatu negara dengan ketentuan negara tersebut adalah merupakan tujuan
akhir dari pengiriman produk.
4)
Uang jaminan impor, merupakan persyaratan bagi importir suatu produk untuk
membayar kepada pemerintah sejumlah uang tertentu pada saat kedatangan produk
di pasar domestik sebelum penjualan dilakukan.
Tujuan penerapan tarif atau
bea masuk adalah sebagai berikut :
1)
Menghambat impor barang-barang/ jasa luar negeri.
2)
Melindungi barang / jasa produksi dalam negeri.
3)
Menambah pendapatan pemerintah dari pajak.
Akibatnya:
1)
Harga barang impor lebih tinggi
2)
Barang produksi dalam negeri yang sama akan memiliki peluang
lebih besar.
b.
Kuota
Adalah suatu kebijakan untuk
membatasi jumlah maksimum yang dapat diimpor suatu negara. Tujuannya adalah untuk membatasi jumlah barang tersebut di
pasar dan menaikkan harga produknya.
Akibatnya:
1)
Naiknya harga barang impor dalam negeri
2)
Mempertinggi daya saing produksi dalam negeri di pasar dalam
negeri
3)
Produksi dalam negeri aman terjamin.
c.
Larangan ekspor
Melarang ekspor ke luar negeri untuk jenis barang
tertentu.
Akibatnya:
1)
Melindungi barang tertentu dari eksploitasi dan kepunahan
(krisis)
2)
Menjaga stabilitas harga barang tertentu.
d.
Larangan impor
Larangan produksi luar negeri masuk ke dalam negeri
Akibatnya:
1)
Melindungi perusahan dalam negeri dari kebangkrutan.
2)
Mengurai defisit neraca pembayaran
e.
Subsidi
Membantu produsen dalam
negeri dalam meningkatkan produksinya karena besarnya biaya produksi. Subsidi
yang diberikan dapat berupa mesin-mesin, peralatan, tenaga ahli, keringanan
pajak, fasilitas kredit, dan lainnya.
Akibatnya:
1)
Harga produksi dalam negeri menjadi murah
2)
Mempertinggi daya saing produksi dalam negeri di pasar dalam negeri
dan luar negeri.
f.
Premi
Pengertian premi adalah
“bonus” yang berbentuk sejumlah uang yang disediakan pemerintah untuk para
produsen yang berprestasi atau mencapai target produksi yang ditetapkan oleh
pemerintah.
Akibatnya: Produksi dalam negeri
dapat bersaing di luar negeri.
g.
Politik Dumping
Yaitu menjual produksi dalam
negeri di luar negeri lebih murah daripada dalam negeri. Tujuannya untuk menguasai pasar di luar negeri.
Akibatnya:
1)
Wilayah pemasaran lebih luas (menguasai pasar)
2)
Menghabiskan stok barang.
h.
Politik dagang bebas
Pemerintah memberi kebebasan ekspor dan impor.
Akibat:
1)
Peningkatan mutu barang
2)
Harga barang relatif murah
terimakasih, sngat membantu
BalasHapusThe King Casino Company - Ventureberg
BalasHapusIt was born in 1934. The Company 바카라 사이트 offers luxury kadangpintar hotels, ventureberg.com/ If you don't have a poker febcasino room in your house, then you'll find a poker room in the