KERJA SAMA EKONOMI INTERNASIONAL
Kerja sama internasional berperan penting bagi perkembangan dan kemajuan
suatu negara. Banyak aspek yang dapat diperoleh dari kerjasama internasional
tersebut.Apa sajakah itu? Simak penjelasan berikut ini.
A. Pengertian, Tujuan
dan Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional
1.
Pengertian Kerja Sama Internasional
Pengertian kerja
sama tidak terlepas dari istilah multilateralisme dan hubungan internasional.
Multilateralisme
adalah suatu istilah hubungan
internasional yang menunjukkan kerja sama antara beberapa negara. Sebagian besar organisasi
internasional, seperti PBB dan WTO, bersifat multilateral. Dalam kamus politik, lawan dari multilateralisme adalah unilateralisme.
Hubungan internasional atau hubungan antarbangsa merupakan
interaksi manusia antarbangsa baik secara individu maupun kelompok, dilakukan
baik secara langsung maupun secara tidak langsung dan dapat berupa
persahabatan, persengketaan, permusuhan ataupun peperangan.
Beberapa
pendapat mengenai pengertian Hubungan Internasional, diantaranya:
a.
J.C. Johari
Hubungan internasional
merupakan sebuah studi tentang interaksi yang berlangsung diantara
negara-negara berdaulat disamping itu juga studi tentang pelaku-pelaku non
negara (non states actors) yang perilakunya
memiliki dampak terhadap tugas-tugas negara
b.
Couloumbis.dan.Wolfe
Hubungan
internasional adalah studi yang sistematis mengenai fenomena-fenomena yang bisa
diamati dan mencoba menemukan variabel-variabel dasar untuk menjelaskan perilaku
serta mengungkapkan karakteristik-karakteristik atau tipe-tipe hubungan antar
unit-unit sosial.
c.
Mochtar Mas’oed
Hubungan
internasional merupakan hubungan yang sangat kompleksitas karena didalamnya
terdapat atau terlibat bangsa-bangsa yang masing-masing berdaulat sehingga
memerlukan mekanisme yang lebih rumit dari pada hubungan antar kelompok.
d.
Tulus Warsito
Hubungan
internasional adalah studi tentang interaksi dari politik luar negeri dari
beberapa negara.
e.
Drs.R.Soeprapto
Hubungan
internasional adalah sebagai spesialisasi yang mengintegritaskan cabang-cabang
pengetahuan lain yang mempelajari segi-segi internasional kehidupan sosial umat
manusia.
f.
Drs.R Soeprapto
Hubungan
internasional studi yang orientasinya bersifat efektif (orientasi pasca
perilaku ) yang sering mengkombinasikan unsur-unsur pendekatan ilmiah dengan
tujuan yang jelasnilainya seperti mensubtitusikan perang dengan metode-metode
perdamaian untuk menyelesaikan pertikaian, pengendalian penduduk, perlindungan
terhadap lingkungan, pemberantasan penyakit, kemelaratan manusia.
Kerja sama ekonomi internasional adalah hubungan antara
suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi melalui kesepakatan–kesepakatan
tertentu, dengan memegang prinsip keadilan dan saling menguntungkan.
2. Tujuan, Azasdan Manfaat dari Kerja Sama Ekonomi Internasional
Kerja sama ekonomi
internasional yang dilakukan oleh setiap negara pada umumnya adalah tujuan
untuk:
a.
Mengisi kekurangan di bidang ekonomi bagi masing-masing negara yang
mengadakan kerja sama.
b.
Meningkatkan perekonomian negara-negara yang mengadakan kerja sama di berbagai
bidang
c.
Meningkatkan taraf hidup manusia, kesejahteraan, dan kemakmuran
dunia
d.
Memperluas hubungan dan mempererat persahabatan
e.
Meningkatkan devisa Negara.
Tujuan
kerja sama ekonomi internasional negara Indonesia didasari oleh landasan idiil
yaitu Pancasila (Sila kedua) dan konstitusional yaitu UUD 1945 serta
prinsip-prinsip dari politik luar negeri bebas aktif dan Dasa Sila Bandung.
Sedangkan
manfaat yang diharapkan dari kerja sama ekonomi internasional setiap negara berbentuk
dampak positif bagi kemajuan bangsa yaitu:
a. Meningkatkan Keuangan Negara
Melalui kerja samaekonomi internasional,
suatu negara termasuk Indonesia dapat memperoleh bantuan berupa pinjaman keuangan
dengan syarat lunak yang digunakan untuk pembangunan. Dengan pinjaman keuangan tersebut
dapat meningkatkan keuangan negara.
b. Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi
Kerja sama ekonomi dapat menciptakan
persaingan yang sehat di antara dua negara atau beberapa negara. Antara lain
dengan carameningkatkan kemampuan produsen tiap negara dalam menghasilkan
produk-produk yang mampu bersaing dengan negara-negara lain. Daya saing suatu
negara dalam kerja sama ekonomi internasional akan meningkatkan perekonomian negara
yang bersangkutan.
c. Meningkatkan Investasi
Kerja sama ekonomi antarnegara dapat menarik
para investor untuk menanamkan modalnya. Banyaknya investor yang
menginvestasikan modalnya di suatu negara misalnya Indonesia dapat meningkatkan
perekonomian dan pembangunan Indonesia.Seperti menambah lapangan kerja baru dan
meningkatkan pendapatan per kapita.
d. Menambah Devisa Negara
Adanya kerja sama ekonomi antarnegara akan
meningkatkan kegiatan perdagangan yaitu ekspor dan impor barang yang dibutuhkan
masing-masing negara. Kegiatan ekspor suatu negara dapat meningkatkan devisa
negara. Semakin luas pasar dan besar jumlah barang ekspor akan semakin banyak
devisa yang diperoleh negara.
e. Memperkuat Posisi Perdagangan
Adanya persaingan dagang antar negara
menciptakan masing-masing negara menerapkan aturan-aturan tertentu yang
bersifat proteksi bagi negara tersebut dan menjadi hambatan bagi negara lain. Adanya
kerja sama ekonomi akan menciptakan aturan perdagangan yang menguntungkan kedua
bela pihak. Dengan demikian kegiatan ekspor dan impor menjadi lancar.
Selain dampak positif sebagai manfaat yang diharapkan
oleh setiap negara dalam kerja sama ekonomi internasional tersebut, juga perlu
mengantisipasi adanya dampak negatifnya. Dampak negatif dari kerja sama
internasional bagi perekonomian suatu negara termasuk Indonesia antara lain:
a. Ketergantungan dengan Negara Lain
Adanya pinjaman modal dari luar negeri yang
berjumlah besar dapat menciptakan ketergantungan dan bukan kemandirian dalam
pembangunan.Perekonomian negara dapat terpuruk karena terlilit hutang luar
negeri bahkan menciptakan krisis nasional.
b. Intervensi Asing Terhadap Kebijakan Ekonomi Negara
Sikap ketergantungan terhadap negara lain
menciptakan peluang campur tangan pihak asing terhadap kebijakan negara bersangkutan.
Sehingga pada akhirnya kebijakan negara berpihak atau menguntungkan negara lain
bukan rakyat yang dipimpin.
c. Masuknya Tenaga Asing
Kerja sama ekonomi dalam bentuk investasi
tertentu akan mendatangkan teknologi baru dari negara invenstor. Alih teknologi
ini membuka peluang bagi masuknya tenaga asing ke negara tersebut yang dapat
menggusur tenaga kerja local.
d.
Mendorong Masyarakat Hidup Konsumtif
Barang-barang impor yang masuk ke suatu
negara seperti Indonesia mendorong masyarakat untuk mencoba dan memakai
produk-produk impor. Hal ini akan mendorong munculnya pola hidup konsumtif.
B. Bentuk-bentuk kerja sama ekonomi internasional
Bentuk
kerja sama ekonomi internasional dapat bersifat bilateral, regional dan
multilateral. Hal ini dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut.
1. Kerja sama bilateral
Kerja sama ekonomi bilateral adalah kerja
sama ekonomi yang terjadi antara dua negara. Indonesia telah melakukan kerja
sama ekonomi bilateral dengan beberapa negara sebagai berikut.
a.
Hubungan Internasional Indonesia-Jepang
Hubungan ini dalam bentuk
forum investasi bersama tingkat tinggi pemerintah swasta antara Jepang dan
Indonesia. Rencana investasi ini meliputi masalah bea, customs, tenaga kerja,
infrastruktur dan daya saing.
b.
Indonesia dengan Korea Selatan
Indonesia
dan Korea Selatan telah membentuk kerja sama yang dikenal dengan
Indonesia-Korea Joint Task Force on Economic Cooperation (JTF-EC) yang
menyelenggarakan pertemuan tahun 2007 dan tahun 2011 JTF-EC diubah menjadi
Working Level Task Force Meeting (WLTFM) yang dilaksanakan di Bali.
c.
Hubungan Internasional Indonesia – Norwegia
Hubungan bilateral
Indonesia – Norwegia dalam bidang energi dewasa ini meningkat didasari oleh perjanjian
kerjasama bidang energi yang ditandatangani di Jakarta tanggal 18 September
1995.Hal ini ditandai dari meningkatnya kegiatan seminar dalam bidang
peningkatan produksi minyak tahap lanjut (enhanced
oil recovery), dan teknologi laut dalam.
d.
Hubungan Internasional Indonesia-Inggris
Perdagangan antara Indonesia-Inggris
adalah Indonesia mengekspor migas ke Inggris.Inggris tidak memiliki cadangan
minyak bumi sehingga untuk mencukupi kebutuhannya, pemerintah British Raya
mencari koneksi dagang terhadap negara penghasil minyak bumi termasuk
Indonesia.Selain migas, Indonesia juga mengekspor baja, karet alam, mebel dari
kayu ke Inggris.Sebaliknya Inggris mengekspor bahan pangan berupa gandum,
makanan olah lainnya, berbagai macam jenis mesin pabrik dan teknologi IT ke
Indonesia.
e.
Hubungan Internasional Indonesia-Australia
Hubungan ini dilakukan di
bidang hukum dan perdagangan. Pemerintah Australia sepakat dengan pemerintah
Indonesia untuk meningkatkan kerja sama bilateral, regional dan internasional.
Kerja sama penegakan hukum dan keamanan. Meliputi penyelundupan manusia,
perdagangan manusia dan kerjasama kejahatan.
f.
Hubungan Internasional Indonesia-Ethiopia
Hubungan
ini melalui ekspor-impor produk utama Ethipopia dari Indonesia. Produk itu
antara lain adalah sabun, benang, batu baterai, perlengkapan dapur, kertas.
Sedangkan ekspor produk utama Ethiopia ke Indonesia adalah kulit.
2. Kerja sama regional
Kerja sama ekonomi regional adalah bentuk
kerja sama ekonomi yang dilakukan antara negara yang terletak pada suatu
kawasan tertentu. Lembaga kerja sama ekonomi regional antara lain ASEAN, AFTA,
APEC, EU, EFTA dan ADP.
a.
AFTA ( ASEAN Free Trade Area) atau kawasan perdagangan bebas ASEAN
AFTA adalah forum kerja sama antarnegara ASEAN yang
bertujuan menciptakan wilayah perdagangan bebas di seluruh kawasan ASEAN.
Konsep perdagangan bebas ini antara lain meliputi penghapusan atau penurunan
tarif perdagangan barang sesama negara ASEAN sehingga menurunkan biaya ekonomi.
b. APEC (Asia
Pacific Economic Cooperation Cooperation)
APEC merupakan forum kerja sama negara di kawasan Asia
Pasifik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan investasi di
antara sesama negara anggota. Keberadaan APEC atas prakarsa Bob Hawke (perdana
menteri Australia).Tujuan dari APEC tertuang dalam Deklarasi Bogor pada tahun
1994, yaitu menetapkan kawasan APEC sebagai kawasan perdagangan dan investasi
bebas dan terbuka yang berlakupaling lambat tahun 2020.
c. EU (European
Union) atau Uni Eropa
Uni Eropa adalah organisasi kerja sama regional di bidang
ekonomi dan politik negara di Eropa. Pembentukan EU berawal dari penandatanganan
Traktat Roma tentang pendirian komunitas energi atom (European Atomic Energi Community) dan komunitas Masyarakat Ekonomi
Eropa (MEE). Lembaga-lembaga tersebut pada tanggal 1 Juli 1967 bergabung
menjadi satu organisasi yaitu Masyarakat Eropa (ME) dan kemudian pada tahun
1993 menjadi Uni Eropa. Kegiatan Uni Eropa pada awalnya hanya terbatas di
bidang perdagangan. Akan tetapi sejalan dengan pertambahan anggota Uni Eropa,
berkembang pula bentuk kerja sama itu. Kerja sama tersebut adalah dalam bidang
ekonomi yang lebih luas, seperti kebijakan perpajakan, perindustrian,
pertanian, dan politik. Upaya ini dilanjutkan dengan membentuk pasaran bersama,
sebuah perjanjian untuk menghapus halangan terhadap mobilitas faktor produksi
sesama negara anggota Uni
d. EFTA (European
Free Trade Area)
EFTA didirikan pada tahun 1959 sebagai lembaga kerja sama
ekonomi antara negara negara Eropa yang tidak termasuk MEE. Negara anggota EFTA
terdiri atas Austria, Swiss, Denmark, Norwegia, Swedia, dan Portugal.
e.
ADB ( Asian Development Bank)
atau Bank Pembangunan Asia
ADB
didirikan tanggal 19 Desember 1966. ADB berpusat di Manila, Filipina. Tujuan
didirikan ADB adalah untuk membantu negara-negara Asia yang sedang membangun
dengan cara memberikan pinjaman lunak, yaitu dengan masa pembayaran dalam
jangka panjang serta bunga yang rendah.
3. Kerja sama multilateral
Kerja
sama ekonomi multilateral adalah kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh banyak
negara yang tidak dibatasi oleh wilayah atau kawasan tertentu. Organisasi
multilateral yang paling besar adalah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).Tujuan
PBB di bidang ekonomi adalah meningkatkan kemajuan ekonomi dan sosial
masyarakat di seluruh dunia.adapun organisasi dibawahnya meliputi:
a.
IMF (International Monetary Found)
atau Dana Moneter Internasional adalah lembaga keuangan internasional yang
didirikan untuk menciptakan stabilitas sistem keuangan internasional.
b.
IBRD berusaha mengumpulkan dana dari para anggota untuk dipinjamkan
kepada para anggota yang memerlukan dana untuk pembangunan. Pinjaman yang
dibiayai oleh IBRD hanya ditujukan untuk proyek-proyek yang positif, sebagai
pengganti dari General Agreement on
Tariff and Trade (GATT). GATT merupakan persetujuan umum tentang tarif dan
perdagangan yang dibentuk tahun 1947. Tujuan didirikannya GATT ialah untuk
mengurangi hambatan perdagangan antarnegara dengan memerhatikan kepentingan
negara yang melakukan transaksi perdagangan.
c.
IFC (International Finance
Corporation Corporation) merupakan bagian dari Bank Dunia. IFC bertugas
memberikan bantuan modal kepada pengusaha-pengusaha swasta yang dijamin
pemerintahannya serta membantu menyalurkan investasi luar negeri ke
negara-negara sedang berkembang.
d.
ILO (International Labor
Organitation) atauOrganisasi Perburuhan Internasional yang bertugas
mempromosikan keadilan sosial serta hak buruh. ILO dibentuk oleh Liga
Bangsa-Bangsa Melalui Traktat Versailes (Treaty
of Versailles) pada tahun 1919.
e.
UNDP (United Nations Development
Program) adalah organisasi di bawah PBB yang bertugas memberikan sumbangan
untuk membiayai program-program pembangunan terutama bagi negara-negara yang
sedang berkembang.
f. UNIDO merupakan organisasi pembangunan PBB
yang bertujuan untuk memajukan perkembangan industri di negara-negara
berkembang yaitu dengan memberikan bantuan teknis, program latihan, penelitian,
dan penyediaan informasi.
4. Kerja sama antarregional
Kerja
sama ekonomi antarregional adalah bentuk kerja sama yang dilakukan antara dua
atau lebih lembaga-lembaga ekonomi regional. Contoh kerja sama ekonomi
antarregional adalah kerja sama ASEAN dengan Uni Eropa.
5. Kerja sama ekonomi berdasarkan Tujuan dan Lapangan Usaha
Kerja sama ekonomi ini adalah tidak terbatas
pada wilayah dan hubungan internasional saja, melainkan kerja sama yang
dibentuk dengan dasar tujuan dan lapangan usaha. Contohnya OECD dan OPEC.
Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
BalasHapusNama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut